Rendang Danguang-Danguang hingga Bareh Randang: Peta Kuliner Khas yang Wajib Dicicip di Batusangkar
Jelajah kuliner khas Batusangkar: Rendang Danguang-Danguang, Sala Lauak, Kipang, hingga Bareh Randang. Panduan rasa, tekstur, dan di mana mencarinya.
Poin Penting
- Batusangkar adalah ibu kota Kabupaten Tanah Datar yang berada di tiga kecamatan: Lima Kaum, Tanjung Emas, dan Sungai Tarab.
- Jarak Batusangkar sekitar 100 km dari Kota Padang, dapat ditempuh sekitar tiga jam berkendara.
- Pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Datar berada di Kecamatan Tanjung Emas, tepatnya Nagari Pagaruyung.
- Penduduk Batusangkar pada 2023 sebanyak 38.920 jiwa.
- Rendang Danguang-Danguang, Sala Lauak, Kipang, dan Bareh Randang adalah kuliner khas yang lekat dengan Batusangkar dan sekitarnya.
Rendang Danguang-Danguang: Kuah Kental dari Nagari Sebelah
Nama Danguang-Danguang merujuk pada nagari di Kecamatan Lima Kaum, salah satu dari tiga kecamatan yang membentuk Kota Batusangkar. Dari dapur-dapur di sana, rendang versi ini dikenal dengan kuahnya yang lebih basah dan kental dibanding rendang kering Padang. Proses memasaknya memakai santan kelapa tua yang dimasak lama bersama cabai, lengkuas, serai, dan daun jeruk. Daging sapi jadi pilihan utama, meski ada juga yang memakai daging kerbau. Perbedaan paling terasa ada di tingkat kekeringan: rendang Danguang-Danguang sengaja tidak dimasak sampai benar-benar kering, sehingga kuahnya masih bisa disendok dan disiram ke nasi hangat. Bagi warga Batusangkar, rendang ini bukan sekadar lauk, melainkan hidangan yang muncul saat acara keluarga, kenduri, dan perayaan nagari. Rumah makan di sekitar Lima Kaum dan pusat kota menyajikannya dalam porsi per piring. Harganya relatif terjangkau, sebanding dengan porsi nasi yang disajikan.
Sala Lauak dan Kipang: Camilan Renyah dari Tanjung Emas
Sala Lauak adalah gorengan khas Minangkabau yang berbahan dasar ikan kecil, biasanya ikan lauk atau ikan asin, yang dicampur adonan tepung beras, kunyit, dan bumbu halus lalu digoreng hingga garing. Di Batusangkar, camilan ini mudah ditemui di warung pagi hingga sore, terutama di sekitar Kecamatan Tanjung Emas dan pasar-pasar tradisional. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, dengan rasa gurih dan sedikit pedas dari cabai yang ikut digiling. Sementara itu, Kipang adalah camilan manis yang dibuat dari beras ketan yang dimasak dengan gula aren hingga lengket, lalu dipotong-potong. Kipang sering muncul saat bulan puasa atau sebagai oleh-oleh. Keduanya mewakili dua kutub rasa: Sala Lauak yang asin-gurih, dan Kipang yang manis legit. Warga biasa membeli Sala Lauak sebagai teman nasi atau lauk tambahan, sedangkan Kipang lebih sering dinikmati sebagai kudapan sore bersama teh.
Bareh Randang: Beras yang Dimasak ala Rendang
Bareh Randang secara harfiah berarti beras rendang. Hidangan ini memakai beras ketan yang dimasak bersama santan, cabai, dan bumbu rendang, lalu diaron hingga matang dan kering. Hasilnya menyerupai nasi gurih dengan aroma rempah yang kuat, kadang diberi tambahan ikan asin atau telur. Di Batusangkar, Bareh Randang sering dijadikan bekal perjalanan karena tahan lama dan mengenyangkan. Rasanya tidak sepedas rendang daging, tetapi jejak lengkuas dan serainya tetap terasa. Masyarakat Tanah Datar mengenalnya sebagai hidangan yang praktis untuk dibawa ke sawah atau ke pasar. Kini beberapa warung di pusat kota Batusangkar menyajikannya sebagai menu sarapan. Kombinasi empat kuliner ini, Rendang Danguang-Danguang, Sala Lauak, Kipang, dan Bareh Randang, membentuk peta rasa yang khas: berat, gurih, manis, dan tahan lama. Batusangkar, dengan 38.920 penduduk pada 2023, tetap menjaga dapur-dapur ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar atraksi wisata.
Video Pilihan
Pertanyaan yang Sering Muncul
Di mana bisa menemukan Rendang Danguang-Danguang di Batusangkar?
Rendang Danguang-Danguang banyak dijual di rumah makan sekitar Kecamatan Lima Kaum dan pusat Kota Batusangkar. Cari warung yang menyajikan rendang dengan kuah kental, bukan rendang kering.
Apa itu Sala Lauak?
Sala Lauak adalah gorengan khas Minangkabau berbahan ikan kecil, tepung beras, kunyit, dan bumbu halus. Di Batusangkar, camilan ini mudah ditemui di warung dan pasar tradisional, terutama di Kecamatan Tanjung Emas.
Apa bedanya Kipang dan Bareh Randang?
Kipang adalah camilan manis dari beras ketan dan gula aren yang dipotong-potong. Bareh Randang adalah beras ketan yang dimasak dengan santan dan bumbu rendang, menghasilkan nasi gurih beraroma rempah.
Apakah kuliner ini cocok untuk oleh-oleh?
Kipang dan Bareh Randang relatif tahan lama sehingga sering dijadikan oleh-oleh. Sala Lauak sebaiknya dinikmati segera karena gorengan. Rendang Danguang-Danguang bisa dikemas untuk dibawa pulang.